Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Pantai Kesenden Cirebon Dibersihkan Massal

Cirebon, – Instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar seluruh pantai di Indonesia bersih dari sampah langsung ditindaklanjuti di Kota Cirebon. Ratusan orang lintas instansi dan pelajar turun tangan membersihkan tumpukan sampah di sepanjang bibir Pantai Pantura Kesenden, Jumat pagi (6/2/2026). Kerjabakti massal ini dipimpin langsung oleh Danrem 063 Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, didampingi Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso, serta Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, BPBD Kota Cirebon, Pemkot Cirebon, hingga ormas, OKP, Damkar, partai politik, pelajar dan instansi lainnya. Pantauan RadarCirebon.Com di lokasi, para peserta menyisir sepanjang garis pantai yang dipenuhi sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga kayu-kayu kiriman. Sampah dikumpulkan dan diangkut menggunakan armada DLH untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah. Danrem 063 Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan, sekaligus menindaklanjuti perintah langsung Presiden RI. “Ini adalah instruksi langsung dari Bapak Presiden Republik Indonesia, agar seluruh pantai di Indonesia bersih dari sampah. TNI bersama Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat hadir untuk memberi contoh bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya. Menurutnya, persoalan sampah di kawasan pesisir tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan kesadaran kolektif. “Kerjabakti ini bukan sekadar bersih-bersih hari ini, tapi menjadi momentum membangun kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai maupun laut,” ujarnya. Danrem juga mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak yang hadir, mulai dari aparat hingga pelajar, sebagai simbol kuatnya sinergi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir. "Kerjabakti massal ini diharapkan menjadi langkah awal penanganan serius persoalan sampah di Pantai Kesenden, sekaligus mempertegas dukungan daerah terhadap program nasional kebersihan pantai yang dicanangkan Presiden RI,"katanya. Menurut Kolonel Inf Hista, proses pembersihan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi pantai yang didominasi lumpur serta sulit diakses kendaraan. Namun demikian, upaya pembersihan akan tetap dilakukan secara bertahap hingga tuntas. “Memang ada kesulitan yang kita hadapi, tetapi ini bisa kita lakukan nanti secara bertahap untuk melaksanakan pembersihannya,” ucapnya. Danrem menuturkan, Cirebon memiliki garis pantai yang cukup panjang sehingga memerlukan keterlibatan semua pihak untuk menjaga kebersihannya. Sampah yang menumpuk di Pantai Kesenden sebagian besar berasal dari air laut pasang serta aliran muara sungai. “Pantai kita ini berbeda dengan daerah lain, pantainya pendek dan lebih dominan lumpur. Sampah yang kita temukan ini berasal dari air pasang dan juga dari muara-muara sungai. Ini tentunya perlu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai,” tegasnya. Perwira melati tiga ini menyebutkan, ketebalan lumpur bercampur sampah di lokasi bahkan mencapai kedalaman sekitar satu hingga dua meter. Meski demikian, pihaknya optimistis pantai dapat dibersihkan secara maksimal. “Bukan tidak mungkin kita tidak bersihkan. InsyaAllah akan bersih. Targetnya patokan kita adalah harus bersih, mau satu hari, dua hari, atau tiga hari,” sebutnya. Untuk mendukung proses pembersihan, lanjut Danrem, TNI juga akan mendatangkan alat amfibi milik Pelindo. "Alat berat amfibi ini diharapkan mampu menjangkau area yang sulit diakses secara manual. Kalau dengan tangan kemungkinan kecil. Lokasinya sulit dimasuki kendaraan pengangkut sampah maupun kendaraan kecil. Mudah-mudahan dengan amfibi ini nanti bisa lebih maksimal,” imbuhnya. Ke depan, Danrem menegaskan akan dilakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat melalui instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, dan unsur masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, kegiatan pembersihan pantai akan dilaksanakan secara berkala. “Nanti kita akan melakukan sosialisasi dan tentunya melaksanakan kegiatan pembersihan secara rutin ke depannya,” pungkasnya. Masih di tempat yang sama, Vina Amelia Sekertaris Dinas (Sekdis) DLH Kota Cirebon menjelaskan, mengantisipasi datangnya sampah kiriman dari luar Kota Cirebon, DLH akan memasang jaring sampah di sungai yang berbatasan antara Kota dan Kabupaten Cirebon. "Sampah-sampah yang ada di pantai Kesenden ini murni dan laut dan muara sungai. Dan kami sudah mengusulkan sebanyak 3 titik yang dipasang jaring barrier di perbatasan Kota dengan Kabupaten Cirebon,"jelasnya. (Pen)